i-DEA Hub Gelar Diskusi Multi-Stakeholder: Perkuat Kebijakan Inklusi Disabilitas di Pendidikan Tinggi Indonesia

 i-DEA Hub Gelar Diskusi Multi-Stakeholder: Perkuat Kebijakan Inklusi Disabilitas di Pendidikan Tinggi Indonesia

JAKARTA, 29 Januari 2026 – Bertempat di Hotel Holiday Inn Express Jakarta Wahid Hasyim, i-DEA Hub (Indonesian Disability-Inclusion for Education and Accessibility) sukses menyelenggarakan diskusi kebijakan bertajuk “The Landscape of Disability-Inclusion in Higher Education Institutions in Indonesia: Findings, Implementation Gaps, and Policy Directions” Pada Rabu, 28 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara Universitas Telkom, Lancaster University, dan Komisi Nasional Disabilitas, dengan dukungan pendanaan dari British Council.

Berikut adalah poin-poin utama dari jalannya kegiatan tersebut:

  • Penyajian Data Komprehensif: i-DEA Hub memaparkan temuan riset dari survei terhadap 125 perguruan tinggi di Indonesia. Laporan ini mencakup demografis, fasilitas, anggaran, serta data mahasiswa penyandang disabilitas.
  • Identifikasi Celah Implementasi: Diskusi menyoroti bahwa kebijakan inklusi belum berjalan optimal, terutama pada aspek koordinasi lintas kementerian dan kesiapan institusional di tingkat operasional.
  • Dialog Strategis Lintas Sektor: Acara dihadiri oleh pemangku kepentingan utama, termasuk Kantor Staf Presiden, Bappenas, Kemendikdasmen, serta perwakilan dari berbagai kementerian teknis dan lembaga negara.
  • Rumusan Tindak Lanjut: Forum berhasil merumuskan langkah-langkah strategis jangka pendek hingga menengah, termasuk pembagian peran antar lembaga untuk memastikan penyediaan akomodasi yang layak bagi mahasiswa disabilitas.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan kementerian terkait, Bapak Muhaimin Syamsuddin selaku Head of Education British Council Indonesia, serta jajaran pimpinan i-DEA Hub dari UK dan Indonesia.

Melalui forum ini, diharapkan hasil riset berbasis bukti dapat menjadi acuan bagi regulator dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih kuat, adil, dan inklusif sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *