Pelatihan Komunikasi Efektif pada Keluarga Bekerja dalam Menjaga Kesehatan di LPK Dewie Sienta, Bandung, Jawa Barat

Sebagai orang tua yang bekerja, tanggung jawab keluarga rasanya semakin berat, terutama bagi para ibu yang harus mengurus waktu di rumah dan di tempat kerja secara bersamaan. Kesibukan kerja yang tidak dapat diprediksi menciptakan komunikasi antar anggota keluarga menjadi singkat, kurang, dan terasa kurang dekat secara emosional. Kondisi tersebut sedikit demi sedikit akan mengikis kesehatan mental anggota keluarga. Berangkat dari fenomena tersebut, tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial, Universitas Telkom melaksanakan Pelatihan Komunikasi Efektif pada Keluarga Bekerja bertempat di LPK Dewie Sienta, Bandung, Jawa Barat pada tanggal 7 Januari 2026, dengan melibatkan setidaknya 13 orang ibu-ibu binaan sebagai peserta kegiatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Maulana Rezi Ramadhana, S.Psi, M.Psi, dengan dua anggota yang turut terlibat, yaitu Dr. Rita Destiwati, S.Si , M.Si dan Agus Aprianti, M.Ikom. Yang kemudian Dr. Rita Destiwati, S.Si, M.Si berkesempatan menjadi pembicara dalam sesi penyampaian materi.

Materi yang disampaikan meliputi beberapa poin penting, pertama yaitu pentingnya sebuah komunikasi keluarga bagi kesehatan fisik dan mental. Lalu bagaimana prinsip dasar komunikasi efektif bisa berjalan, yaitu dengan menyeimbangkan keterbukaan, empati, kesetaraan peran, serta kejujuran dan kepercayaan. Selain itu peserta pelatihan juga dibekali dengan yang namanya teknik komunikasi praktis, antara lain aktif mendengarkan, penggunaan I-Message, lalu perlunya menjaga bahasa tubuh yang positif, serta seberapa perlunya untuk melakukan quality time dengan keluarga secara konsisten dan mendalam supaya setiap interaksinya akan penuh makna. Dr. Rita Destiwati, S.Si, M.Si juga turut menekankan orang tua harus bisa berperan sebagai role model komunikasi sehat dalam lingkup keluarga serta wajib belajar bagaimana cara yang baik dalam pengelolaan konflik secara konstruktif.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dan insightful, yang kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dari empat orang terpilih. Ibu-ibu binaan LPK Dewie Sienta tanpa sungkan membagikan pengalaman serta permasalahan komunikasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sesi ini menjadi ruang diskusi dan belajar bersama untuk mencari pemutusan masalah dan solusi yang tentunya aplikatif, menyesuaikan dengan keadaan masing-masing keluarga.

Meskipun memang singkat dan terbatas, dari kegiatan ini diharapkan, kedepannya perlahan-lahan akan ada perubahan positif dalam lingkup komunikasi keluarga dan mulai diterapkannya komunikasi yang lebih empatik, terbuka, dan berorientasi solusi bukan hanya sekedar menghakimi juga instruksi. Selain itu, semoga dengan dibangunnya komunikasi efektif akan membantu dalam proses menjaga fisik dan mental seluruh anggota keluarga yang lebih sehat ditengah-tengah kesibukan kerja.
“Keluarga bekerja menghadapi banyak tekanan, sehingga komunikasi yang empatik dan terbuka menjadi kunci untuk menjaga kesehatan fisik dan mental seluruh anggota keluarga. Melalui pelatihan ini, kami berharap para ibu dapat menjadi penggerak terciptanya komunikasi yang lebih sehat dan suportif di dalam keluarga. Mau bagaimanapun, semua ibu di sini adalah sosok yang hebat,” ujar Dr. Rita Destiwati, S.Si, M.Si..
