
Seminar Halal Bi Halal CoE DICTUM: Bedah Strategi Integrasi Data Kesehatan Jawa Barat
BANDUNG, 20 April 2026 – Memanfaatkan momentum Idulfitri, Center of Excellence (CoE) DICTUM sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Mengurai Benang Kusut Data Kesehatan Masyarakat Jawa Barat”. Kegiatan yang berlangsung di Bandung pada Jumat, 17 April 2026 lalu ini, mengombinasikan tradisi silaturahmi Halal Bi Halal dengan diskusi saintifik yang krusial bagi transformasi kesehatan publik.
Seminar ini menyoroti kompleksitas pengelolaan data kesehatan di Jawa Barat yang masih menghadapi tantangan fragmentasi. Diskusi difokuskan pada pemetaan serta identifikasi masalah data yang selama ini berdampak langsung terhadap ketepatan pengambilan kebijakan di tingkat daerah.
Fragmentasi Data dan Tantangan Kebijakan
Salah satu poin utama yang dibahas adalah dampak dari fragmentasi data kesehatan. Ketidaksinkronan informasi antar-instansi dinilai menjadi hambatan utama dalam merumuskan kebijakan yang presisi. CoE DICTUM menekankan bahwa tanpa data yang terintegrasi, intervensi kesehatan masyarakat tidak akan mencapai hasil yang optimal.
Rekam Medis sebagai Fondasi Digital Health
Selain masalah birokrasi data, seminar ini juga menyoroti aspek teknis yakni pentingnya penguatan rekam medis elektronik. Rekam medis dipandang bukan sekadar catatan klinis, melainkan fondasi utama bagi ekosistem digital health yang sedang dibangun.
Dengan sistem rekam medis yang terstandarisasi, layanan kesehatan diharapkan dapat berjalan lebih efisien, akurat, dan responsif terhadap kebutuhan pasien. Hal ini sejalan dengan visi transformasi digital nasional yang menuntut keterbukaan informasi dan kemudahan akses data bagi tenaga medis.
Kolaborasi Lintas Sektor
Sebagai penutup, seminar ini menghasilkan kesepahaman bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama. Sinergi antara akademisi, praktisi kesehatan, dan pemerintah diperlukan untuk mengurai “benang kusut” data di Jawa Barat demi mewujudkan sistem kesehatan yang lebih tangguh dan terpadu di masa depan.
